Kontrol Berat Badan Ibu Hamil

6 Alasan Mengapa Kontrol Berat Badan Ibu Hamil Itu Penting!

Kenaikan berat badan pada wanita hamil merupakan kondisi yang normal karena merupakan mekanisme tubuh untuk menunjang pertumbuhan janin. Namun demikian, kontrol berat badan ibu hamil juga penting dilakukan agar tidak mengalami obesitas. Ibu hamil yang mengalami obesitas sangat beresiko terhadap gangguan kesehatan. Hal ini tentu bukan hanya membahayakan sang ibu namun juga bayi yang dikandungnya.

Resiko Kelebihan Berat Badan Ketika Hamil

Agar para ibu hamil lebih memperhatikan berat badan selama masa kehamilan makan silahkan simak beberapa resiko yang mungkin terjadi jika ibu hamil mengalami obesitas.

Bayi Lahir Prematur

Hal yang mungkin dialami oleh ibu hamil yang kurang memperhatikan berat badan selama masa kehamilan yaitu bayi lahir prematur. Kelahiran prematur ini tentu sangat beresiko untuk bayi karena dapat menimbulkan beberapa permasalahan. Oleh sebab itu, ibu hamil harus lebih memperhatikan berat badannya.

Bayi Mengalami Kelainan Bawaan

Kesadaran ibu hamil untuk mengontrol berat badannya agar tetap ideal harus ditingkatkan. Kelebihan berat badan pada ibu hamil dapat mengakibatkan bayi yang lahir mengalami kelainan bawaan. Beberapa kelainan bawaan yang mungkin menyertai bayi yaitu kelainan jantung bawaan, cacat saraf tulang belakang. Bahkan, yang paling fatal yaitu resiko bayi meninggal di dalam kandung juga sangat tinggi.

Bayi Mengalami Makrosomia

Berat badan ibu hamil juga dapat mempengaruhi berat badan bayi yang dikandungnya. Oleh sebab itu, jika ibu hamil mengalami obesitas maka kemungkinan besar bayi juga akan mengalami makrosomia. Makrosomia merupakan kondisi dimana bayi memiliki berat badan melebihi berat normal. Kondisi yang seperti ini tentu dapat menimbulkan beberapa permasalahan seperti susah selama proses persalinan atau bahkan cedera selama dalam proses persalinan. Biasanya, ibu hamil yang mengalami kondisi ini akan disarankan untuk menurunkan berat badan. Namun, jika waktu persalinan tiba berat badan ibu dan bayi tidak mengalami penurunan maka persalinan harus dilakukan secara Caesar.

Resiko Keguguran Tinggi

Keguguran bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa diketahui sebabnya. Namun, resiko keguguran tinggi terjadi pada ibu hamil dengan berat badan yang berlebihan. Agar hal ini tidak terjadi pada Anda maka usahakan untuk tetap menjaga berat badan yang ideal selama menjalani kehamilan.

Diabetes Gestasional

Kenaikan berat badan yang tidak terkontrol pada ibu hamil juga dapat memicu timbulnya penyakit diabetes gestasional. Hal ini merupakan kondisi dimana penyakit diabetes terdiagnosis ketika sedang hamil. Kondisi yang demikian dapat berlangsung hingga masa kehamilan telah selesai. Selain itu, resiko dari penyakit diabetes gestasional ini juga dapat menimpa bayi yang dikandung. Bayi juga memiliki kemungkinan besar menderita penyakit diabetes yang diturunkan oleh ibunya. Ibu hamil yang menderita diabetes gestasional tidak dapat melahirkan secara normal karena persalinan harus dilakukan secara Caesar.

Preeklamsia

Resiko lain yang mungkin terjadi pada ibu hamil yang obesitas yaitu mengalami preeklamsia. Salah satu ciri ibu hamil yang mengalami preeklamsia yaitu memiliki tekanan darah yang tinggi atau yang umum disebut hipertensi. Jika tidak segera ditangani kondisi ini dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati dan gagal ginjal.

Susu Kehamilan Prenagen

Ibu hamil dapat mengontrol berat badan dengan rutin mengkonsumsi susu kehamilan dari Prenagen. Hal ini dikarenakan susu kehamilan mengandung kebutuhan gizi dan nutrisi yang cukup untuk ibu dan bayi. Dengan demikian, susu kehamilan dapat membantu ibu hamil dari mengkonsumsi makanan yang berlebihan. Susu kehamilan ini juga diperkaya dengan asam folat yang dapat mengurangi resiko bayi cacat. Selain itu, proses kehamilan akan menjadi lebih mudah karena susu ini dapat mengurangi rasa mual.

 

 

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *